Kolose 3:20-21 TB. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Renungan Harian Remaja Kolose 3: 22-25. Tak dapat dipungkiri, terkadang kita menjalani aktivitas setiap hari entah itu bekerja, sekolah atau kuliah hanya sebagai rutinitas saja. Rasa bosan dan jenuh tak jarang membuat kita malas bertindak. Padahal sebagai karyawan mungkin berbagi variasi kerja sudah kita coba, tapi tetap saja kita tidak
Pembahasan. Kolose 2:6-7 - â (Kolose 2:6) Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. (7) Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Kolose 3:1-3. Konteks. 3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, u carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. v 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas 1 , bukan yang di bumi. w 3:3 Sebab kamu telah mati x dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
Bentuk kata bertekun (Yun. epimenĆ; ay. 23) dalam bahasa Yunaninya menyatakan bahwa Paulus ingin para pembaca suratnya untuk tetap bertekun (BIMK: âharus tetap setiaâ) dalam iman. Terdapat beberapa pelajaran dalam bagian ini. Pertama, melayani siapa saja sesuai panggilan Tuhan. Tugas dan panggilan kita berbeda-beda ( 1Kor. 3:6 ).
Khotbah dari Rumah | 09 April 2023Ayat Firman Tuhan dari khotbah Kolose 3:1-4Minggu : Paskah IKhotbah : Dibangkitkan Bersama KristusSemoga KHOTBAH#106 ini m
. Tudo o que fizerem, façam de todo o coração, como para o Senhor, e não para os homens,Colossenses 323
1 Passado muito tempo, depois que o Senhor concedeu a Israel descanso de todos os inimigos ao redor, JosuĂ©, agora velho, de idade muito avançada,2 convocou todo o Israel, com as autoridades, os lĂderes, os juĂzes e os oficiais, e lhes disse "Estou velho, com idade muito VocĂȘs mesmos viram tudo o que o Senhor, o seu Deus, fez com todas essas naçÔes por amor a vocĂȘs; foi o Senhor, o seu Deus, que lutou por Lembrem-se de que eu reparti por herança para as tribos de vocĂȘs toda a terra das naçÔes, tanto as que ainda restam como as que conquistei entre o JordĂŁo e o mar Grande, a O Senhor, o seu Deus, as expulsarĂĄ da presença de vocĂȘs. Ele as empurrarĂĄ de diante de vocĂȘs, e vocĂȘs se apossarĂŁo da terra delas, como o Senhor lhes "Façam todo o esforço para obedecer e cumprir tudo o que estĂĄ escrito no Livro da Lei de MoisĂ©s, sem se desviar, nem para a direita nem para a NĂŁo se associem com essas naçÔes que restam no meio de vocĂȘs. NĂŁo invoquem os nomes dos seus deuses nem jurem por eles. NĂŁo lhes prestem culto nem se inclinem perante Mas apeguem-se somente ao Senhor, ao seu Deus, como fizeram atĂ© "O Senhor expulsou de diante de vocĂȘs naçÔes grandes e poderosas; atĂ© hoje ninguĂ©m conseguiu resistir a Um sĂł de vocĂȘs faz fugir mil, pois o Senhor, o seu Deus, luta por vocĂȘs, conforme Por isso dediquem-se com zelo a amar o Senhor, o seu "Se, todavia, vocĂȘs se afastarem e se aliarem aos sobreviventes dessas naçÔes que restam no meio de vocĂȘs, e se casarem com eles e se associarem com eles,13 estejam certos de que o Senhor, o seu Deus, jĂĄ nĂŁo expulsarĂĄ essas naçÔes de diante de vocĂȘs. Ao contrĂĄrio, elas se tornarĂŁo armadilhas e laços para vocĂȘs, chicote em suas costas e espinhos em seus olhos, atĂ© que vocĂȘs desapareçam desta boa terra que o Senhor, o seu Deus, deu a "Agora estou prestes a ir pelo caminho de toda a terra. VocĂȘs sabem, lĂĄ no fundo do coração e da alma, que nenhuma das boas promessas que o Senhor, o seu Deus, lhes fez deixou de cumprir-se. Todas se cumpriram; nenhuma delas Mas, assim como cada uma das boas promessas do Senhor, do seu Deus, se cumpriu, tambĂ©m o Senhor farĂĄ cumprir-se em vocĂȘs todo o mal com que os ameaçou, atĂ© eliminĂĄ-los desta boa terra que lhes Se vocĂȘs violarem a aliança que o Senhor, o seu Deus, lhes ordenou, e passarem a cultuar outros deuses e a inclinar-se diante deles, a ira do Senhor se acenderĂĄ contra vocĂȘs, e vocĂȘs logo desaparecerĂŁo da boa terra que ele lhes deu".
Menurut penelitian, jumlah energi yang dikeluarkan untuk mengayun sebuah pacul ke tanah sama besarnya dengan jumlah energi yang dikeluarkan untuk mengayun sebuah tongkat golf. Namun, seorang pegolf akan merasa lelah jika harus mengayun pacul di sawah. Sebaliknya, seorang petani, pasti merasa sia-sia harus mengayunkan tongkat golf berjam-jam hanya untuk memukul sebuah bola putih yang kecil itu. Ketika kita melakukan sesuatu, yang mengambil peranan penting bukanlah sekedar tenaga yang kita keluarkan atau kewajiban yang kita kerjakan. Yang berperan penting adalah Hati. Motivasi yang lahir dari hati untuk melakukan pekerjaan kita. Itulah yang membuat apa yang kita kerjakan menjadi punya makna. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia Kolo 323. Nasihat ini Paulus sampaikan dalam konteks hubungan antar anggota - anggota keluarga khususnya antara tuan dan hamba. Para hamba mesti bekerja bukan dengan setengah hati tetapi dengan sepenuh hati. Bukan untuk si tuan yang manusia tetapi untuk Tuhan. Bekerja seperti untuk Tuhan akan mendorong motivasi yang lahir dari hati untuk bekerja dengan sungguh - sungguh. Motivasi yang lahir dari hati akan menunjukan apakah kita bekerja dengan sepenuh hati atau setengah hati atau dengan terpaksa? Jika kita mengerjakan sesuatu dengan melibatkan hati atau dengan sepenuh hati maka pekerjaan terasa menyenangkan dan membawa sukacita bagi orang â orang di sekitar kita. Meskipun yang kita lakukan adalah sebuah pekerjaan yang biasa saja di mata orang lain. Tapi kitalah yang memberi nilai tinggi dan memberi manfaat besar bagi pekerjaan itu. Bekerja dengan sepenuh hati merupakan sebuah pilihan. Masing-masing kita memiliki kebebasan untuk memilih mau bekerja dengan sepenuh hati atau tidak? Sebagai contoh; Bapak/Ibu yang bekerja di dunia perbankan mempunyai pilihan apakah Bapak/Ibu mau melayani semua nasabah dengan senyuman ataukah senyuman hanya untuk orang â orang tertentu saja. Apakah Bapak/Ibu mau bekerja dengan jujur ataukah tidak? Bapak/Ibu yang bekerja sebagai tenaga medis juga mempunyai pilihan apakah melayani pasien dengan sentuhan kasih ataukah dengan wajah cemberut? Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Setiap hari bekerja di ladang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa dan putus asa âDaripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,â katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. âAnak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.â Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, âHai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.â Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, âAnak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.â Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, âBahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lainâ. Pemuda itu akhirnya tersadar. âAku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan penuh semangat agar memberi bermanfaat bagi makhluk lainâ. Bekerjalah dengan cinta! Bekerjalah dengan sepenuh hati. Dan, ketahuilah, pekerjaan-dengan cinta itu makin mendalam maknanya karena cinta Tuhan kepada kita dan cinta kita kepada Allahâyang terwujud dalam pelayanan kita kepada sesama dan relasi kita dengan semua orang. Kerjakan tugasmu dengan giat; dengan hati dan dalam kuasa Roh Kudus. Jangan sekedar mengerjakan apa yang kau senangi, namun senangilah apa yang harus kaukerjakan. Seorang penebang kayu selalu mengasah kapaknya, seorang pemburu mengencangkan busurnya dan penulis meraut pensilnya. Marilah membaharui peralatan kerja kita karena tidak banyak pohon yang dapat ditebang dengan kapak yang tumpul, tidak banyak buruan yang bisa diperoleh dengan busur yang renta dan tidak ada sepatah kata yang bisa ditulis dengan pensil yang patah. Asahlah motivasi dari hati. Bekerjalah dengan cinta. HAPPY MONDAY!! Tuhan memberkati. _WarOpen, 1803â19_
Sepenuh Hati Mentari telah terbit lagi di Timur. Tanda datangnya pagi dan berlalunya malam. Selamat pagi ibu-bapak, oma-opa dan saudararaku yang baik. Puji syukur, Tuhan mengijinkan kita masih menikmati hari yang baru. Bahan refleksi harian Kolose 323 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusiaKolose 323 Saudaraku, suatu waktu ada seorang pengemis yang setiap hari meminta sedikit beras kepada orang yang lalu lalang. Jika malam tiba, ia tidur di tikarnya. Hasil mengemis hanya cukup untuk dimakan di malam hari dan uang buat membeli kayu bakar untuk memasaknya. Dia menjalani hidup seperti itu setiap hari, sampai ia mendengar kabar Raja akan datang ke kotanya. âTentunya Raja adalah pria yang baik dan suciâ, pikiranya. âDia pasti akan memberiku beragam hadiah bagus. Dia tidak akan cuma memberiku segenggam berasâ. Keesokan hari, si pengemis duduk di jalur yang akan dilalui Raja. Suara iring-iringan raja terdengar. Tatkala kereta kuda Raja mendekat, ia maju dan hendak meminta belas kasihan. Di luar dugaannya, sang Raja turun dari kereta, menghampiri dan menyapanya dengan hangat dan rendah hati. Kemudian meminta sedikit beras kepadanya. Ia terkejut dan amat kecewa. Dia miskin dan selalu berjuang untuk hidup malah dimintai bukan diberi. Raja yang berkuasa dan kaya raya malah meminta sedikit dari beras yang dia punya. Dengan ragu, kesal dan kecewa ia berikan berasnya. Ia hitung ada lima butir beras diberikannya kepada Raja. Raja menerima dengan syukur dan berterima kasih, lalu melanjutkan perjalanan. Malamnya, si pengemis menyiapkan makan. Ia melihat ada yang berkilauan di antara berasnya. Ya, ada butiran emas. Dia mengorek lagi, ditemukan lagi empat butiran emas lainnya. Dia memikirkan kembali pertemuannya dengan raja. Ternyata, untuk setiap butir dari lima butir beras yang diberikannya, ia mendapatkan emas sebagai gantinya. Raja telah membalas pemberian yang dilakukannya ragu-ragu dan hati kesal. â Betapa kejam dan bodohnya diriku. Seandainya saja aku memberikan semua beras yang kumiliki kepada rajaâ. Saudaraku, tindakan seseorang tidak selalu sepenuh hati. Bisa juga diwarnai keraguan. Ragu-ragu apakah yang dilakukannya hal yang benar. Bisa juga ragu-ragu, apakah tindakannya bermanfaat atau tidak. Terutama tindakan yang diperbuatnya bisa menimbulkan pro dan kotra. Bisa berakibat pada hal setuju atau tidak. Baru setelah tahu hasilnya positif, kesadaran yang murni muncul. Contohnya, Di masa pandemi ini, masih ada dan banyak orang yang awalnya setengah hati untuk divaksin. Bahkan, ada yang mengajak orang lain memprovokasi. Baru, setelah merasakan manfaatnya, sadar divaksin itu sungguh penting dan perlu. Untuk itulah, rasul Paulus memotivasi atau memberi dorongan kepada orang Kristen di Kolose, untuk hal baik maka yang kita perbuat bukan buat manusia tapi untuk Allah. Jadi, atasilah keraguan dalam berbuat baik. Kita berdoa Tuhan, karena Engkau di setiap jaman dan kasih hadir tanpa dapat dihalangi waktu. Ajarlah kami berdoa dan berharap di setiap waktu. Kami juga berdoa buat para balita dan anak-anak. Kami percaya mereka semua hidup dalam kasih-Mu. Jadikan rasa syukur dan kegembiraan hati beserta mereka di hari ini. Tuhan, Kami serahkan mereka yang mengalami pergumulan hidup. Hiburkan dan kuatkan mereka. Kami serahkan mereka yang sakit, baik dirawat di rumah maupun di rumah sakit. Tolonglah mereka satu persatu. Dan hati mereka menjadi lega karena pertolongan-Mu. Seluruh doa ini, kami minta mohonkan dalam nama Yesus. Amin. Oleh Pdt. Supriatno Refleksi Harian Kolose 323
Untuk Tuhan dan Bukan Untuk Manusia Bacaan ayat Kolose 323 TB Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Oleh Pdt Feri Nugroho Pdt Feri Nugroho Instagram ferinugroho77 Apakah motif utama sehingga kita berbuat baik dalam kehidupan? Secara kemanusiaan, ajaran untuk berbuat baik didasarkan pada pemahaman bahwa kita tidak bisa hidup sendirian. Manusia diciptakan sebagai mahkluk pribadi dan sosial. Secara pribadi, seseorang berbeda dengan yang lain. Dan dalam perbedaan tersebut manusia memerlukan kehadiran orang lain untuk menolongnya. Dalam dimensi ini maka wajar jika berbuat kebaikan menjadi ajaran utama. 'Berbuatlah baik karena kamu memerlukan kehadiran orang lain.' Serupa tapi tidak sama, ketika kita meninjau dari sudut pandang kepercayaan. Berbuat baik memang terkait dengan kebutuhan kita akan kehadiran orang lain. Namun ada motif lain dalam relasinya dengan Tuhan. Berbuat baik, agar Tuhan juga melakukan kebaikan bagi kita. Kata 'amal' menjadi umum untuk menyebut perbuatan baik dalam rangka untuk memperoleh pahala. Pahala adalah ganjaran yang diberikan Tuhan atas perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia. Pahala ini dikumpulkan sedemikian rupa agar memperoleh hal yang lebih besar yaitu sorga. Menghayati motif berbuat baik dari dua sudut pandang tersebut, rasanya cukup bagi kita untuk berharap bahwa kehidupan akan berjalan dengan harmonis.
Renungan 17 Apr 2022 Kolose 3 23 Kerjakan Seperti untuk Tuhan Renungan Harian Kolose 3 23 Kerjakan Seperti untuk Tuhan Ada tukang ledeng yang direkrut pimpinan Mercedes Benz untuk bekerja di perusahaannya, sebut saja Mr. Benz. Si bos terkesan dengan pelayanan dan cara bicara tukang ledeng tersebut saat Mr. Benz menggunakan jasanya untuk membereskan kran di rumahnya yang rusak. Cara kerjanya, yang menggunakan hati, mengantarkan tukang ledeng itu menjadi General Manager di Mercedez Benz. Kerjakan Seperti untuk Tuhan Dari tukang menjadi general manager merupakan lesatan karir yang luar biasa, yang tak semua orang bisa alami tetapi sebenarnya bisa dialami setiap pekerja. Belajar dari tukang ledeng tersebut ternyata kunci kesuksesan tidak ditentukan latar belakang pendidikan semata atau seberapa kayanya orangtua kita tetapi karakter kita dalam bekerja sangat mempengaruhi karir diri sendiri. Karakter yang dimaksud adalah bekerja dengan hati. Orang yang demikian pasti hasilnya jauh lebih baik dibanding orang yang bekerja tidak dengan hati. Tanda orang yang bekerja dengan hati, ia akan bekerja sebaik-baiknya dan yang terbaik dari yang ia bisa lakukan, baik ada atasan atau tidak. Inilah yang dimaksud dengan pesan Paulus pada nats. Sebagai pekerja atau pengusaha, hal utama yang harus kita sadari bahwa pertanggungjawaban terbesar kita atas pekerjaan bukan pada manusia melainkan pada Tuhan. Jadi, bekerjalah dengan memberi yang terbaik karena Tuhan adalah Bos kita. Jangan bekerja semata demi materi atau ambisi akan sesuatu, karena itu justru akan menghancurkan diri sendiri. Percayalah saat kita bekerja sungguh-sungguh dan melakukan yang terbaik, Dia pasti akan memberkati kita dengan berkat terbaik-Nya. ys
khotbah kolose 3 23